Jadi Balon Bupati Pangkep, Saleh Pattola Ingin Kembalikan Kejayaan Pangkep Masa Silam

IndonesiaNewspaper, Pangkep - Terlahir di Pangkajene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) pada 28 Juli 1974 Muhammad Saleh Pattola merasa terpangggil untuk membangun daerah kelahirannya yang tercinta dengan bertekad maju menjadi Bakal Calon Bupati Pangkep di Pilkada serentak 2020 mendatang.

“Saya lahir dan besar, serta orang tua dan nenek saya asli Pangkep. Jadi saya merasa terpanggil maju di Pilkada untuk membangun kampung kelahiran saya yakni Kabupaten Pangkep,” ucap Saleh Pattola, Selasa (22/1/2020).

Menurut Saleh Pangkep yang kaya akan Sumber Daya Manuasia dan Sumbaer Daya Alam membutuhkan sosok pemimpin yang tepat utamanya di era digitalisasi dan industrialisasi saat ini, agar bisa membawa masyarakat kabupaten tiga dimensi (struktur wilayah daratan, pegunungan, dan kepulauan) tersebut keluar dari kemiskinan.

“Jika kita bicara Pangkep, sejak dahulu semua sudah tersedia akan kekayaan alamnya, mau apalagi? Tapi semua kembali pada sistem tatakelolanya sehingga status miskin dan tertinggal tidak disandang lagi. Semua bukan untuk kita tetapi bagaimana anak cucu kita yang akan datang,” tutur dia.

Saleh pun pulang kampung ingin mewujudkan mimpinya membangun kembali kejayaan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang maju. Membuka diri adalah salah satu bagian kecil untuk mendapatkan solusi bersama demi merubah status Kabupaten Pangkep sebagai daerah tertinggal, sistem teknologi informasi harus terbuka luas.

Saleh Optimis dapat merubah Pangkep kedepan apalagi sejarah kejayaan siang yang hidup masyarakatmnya makmur sehingga menjadi tujuan para pedagang diseluruh indonesia pernah disandang kabupaten Pangkep melalui kerajaan Siang, menurutnya sudah saatnya mengembalikan kejayaan kerajaan siang di masa lalu.

"Dengan tekad yang kuat sebagaimana peribahasa Bugis yang selalu meresap ke dalam sanubarinya, “Pura babbara’ sompekku, Pura tangkisi’ golikku, Ulebbirenni tellennge’ nato’walie” (Layarku sudah berkembang, kemudiku sudah terpasang, lebih baik tenggelam daripada kembali), saya yakin Pangkep bisa meraih kembali kejayaannya terlebih lagi dengan SDA yang melimpah di Pangkep yang bisa dikelola secara digitalisasi dan industri secara baik dan tepat guna bagi kesejahteraan masyarakat PAngkep" Paparnya,

Sekedar diketahui figur Muhammad Saleh Pattola, sejak kecil, putra kelahiran Kampung Mattoangin, Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene pada 28 Juli 1974 ini memiliki jiwa kepemimpinan. Talenta itu terlihat sejak kelas IV SD 5 Mattoangin, kemudian SMP Negeri 1, hingga sampai tingkay SMA Negeri I Pangkajene secara terus menerus menjadi ketua kelas di sekolahnya, artinya jiwa kepemimpinan sudah melekat pada dirinya saat itu.

Ia merupakan putra daerah Pangkep yang dikenal ‘Barani’ (berani), sebagai ciri kepemimpinan alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) 1997 ini. Secara tegas, ia tak akan mengakomodasi kepentingan kelompok yang hanya mencari keuntungan sendiri maupun golongan.

Sementara saat ini, tidak sedikit calon pemimpin mengatasnamakan umat atau rakyat, namun yang dikatakan hanya berlandaskan pemahaman ‘sempit’ atau memang sengaja dibuat tetap tertinggal?. Ini terjadi karena kelompok tersebut belum mampu melihat Pangkep secara utuh.

Dengan kata lain, kelompok ini hanya berbicara dari sudut pandang kepentingan golongan, bahkan sejarah pun dianggap hanya sebagai budaya, adat dan tradisi. Maka dalam situasi seperti saat inilah keberadaan seorang pemimpin sejati dibutuhkan kehadirannya.

Selain itu, ia berpendapat, kebijaksanaan atau intelegensia cara berpikir seorang pemimpin haruslah selaras dengan alam. Menurutnya, ada 8 sifat alam yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin sejati, yakni bumi, matahari, air, bulan, samudra, angin, bulan, dan bintang, tentu ini semua dibawah kendali Sang Pencipta yaitu Allah SWT.

Dikatakan, banyaknya gelar bukan menandakan ia seorang yang bijak, karena ketika mengambil keputusan yang hanya berlandaskan kepentingan golongan atau kelompoknya sendiri dipastikan tidak mewakili kepentingan bagi kesejahteraan umum.

Itulah mimpi yang kadang dianggap pesimis terhadap perubahan. Hal ini juga pernah dialami M Saleh Pattola ketika ingin masuk Akabri saat itu, tidak sedikit yang mengoloknya, bahkan berkata “tidak mungkin lolos dan masuk sebagai bagian dari penjaga NKRI itu”.

Insya Allah keyakinan saya pada Sang Pencipta atas semua niat suci pasti diridhoi ALllah SWT, Seperti saat saya berhasil masuk menjadi Taruna Akabri angkatan 1997. berkat keyakinan dan usaha akhirnya sebagai bagian pertahanan NKRI" katanya

Selama bertugas sebagai Marinir, Saleh Pattola telah memiliki berbagai bekal ilmu dan segudang pengalaman untuk mengabdi kepada masyarakat Pangkep. Berbagai pendidikan kemiliteran dan berbagai pengalaman kepemimpinan telah dienyamnya. Ia juga sempat memimpin dua organisasi besar yaitu Resimen Nusantara (Ketua Umum periode 2015-sekarang), serta hingga saat ini menjabat pengawas di Koperasi Anugerah Bumi Hijau (Koprabuh).

Diketahui, 2020 adalah tahun politik, dimana Pangkep akan melaksanakan Pilkada. Pada saat inilah mulai muncul calon-calon pemimpin yang diharapkan oleh rakyat. Terinspirasi oleh kejayaan kerajaan Siang di masa lalu, sosok Saleh Pattola menyatakan siap mengabdikan diri kepada masyarakat Pangkep.

"Sekarang semua ada di tangan masyarakat Pangkep untuk menentukan dan memutuskan masa depanya melalui pesta demokrasi Pilkada Pangkep 2020. Prinsip pemimpin sejati bukan meminta tapi diminta rakyat untuk memimpin." pungkasnya (PR)



BAGIKAN BERITA INI KE:

0 Response to "Jadi Balon Bupati Pangkep, Saleh Pattola Ingin Kembalikan Kejayaan Pangkep Masa Silam"

Post a Comment